Menyulap Limbah Kok menjadi Asesoris Cantik

Februari 14, 2008 agustina170890

Keberadaan limbah di sekitar kita seringkali luput dari perhatian. Tapi tidak demikian halnya dengan Abdullah. Warga Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini justru melihat limbah adalah tantangan sebagai peluang usaha. Dia mengolah limbah kok untuk dijadikan pernak-pernik berbentuk kupu-kupu, capung, dan burung merak.Proses pembuatan pernak-pernik tak terlalu rumit. Produksi dimulai dengan memilih bulu-bulu kok lantaran masih tercampur dengan sampah. Kok yang diambil adalah berukuran besar. Selanjutnya masuk pada tahap pewarnaan. Air dididihkan lalu diberi zat pewarna. Setelah itu bulu yang telah dipilih direbus selama 20 menit. Kemudian ditiriskan dan dijemur sekitar satu jam. Begitu tahap ini selesai, maka bulu-bulu itu siap diolah.

Abdullah menyediakan berbagai ukuran untuk produk-produknya. Di antaranya small (S), medium (M), large (L), extra large (XL), dan jumbo. Adapun ukuran yang banyak diminati adalah M. Menurut Abdullah, produk buatannya punya kelebihan yakni berwarna mencolok dan tak luntur. Dia juga menekankan agar tidak perlu khawatir dengan asesoris buatannya karena aman untuk kesehatan.(YNI/Julianus Kriswantoro)

Liputan6.com, Malang

Iklan

Entry Filed under: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Kategori

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Tulisan Teratas

Tulisan Terakhir

Klik tertinggi

Komentar Terbaru

leony0508 di

Meta

Blog Stats

 
%d blogger menyukai ini: